Hari ini Sabtu, 9 Januari 2016 - Peringatan Js. Stefanus Sang Martir
Rasul Kudus (dari antara 70 Rasul / Murid yang ditujuk oleh Kristus;
Lukas 10) Martir Pertama (Proto-Martir) dan Diakon Agung (Arch-Deacon)
Stefanus ialah yang tertua di antara Tujuh Diaken, yang dipilih dan
ditahbiskan sendiri oleh para Rasul (para 12 murid; Kisar Para Rasul
6:3-7), dan karena itulah ia disebut "diakon agung" (arch-deacon). Dia
adalah seorang Martir Kristen Pertama, dan ia menderita bagi Kristus
pada usia 30 tahun.
Js. Martir Stefanus dikatakan sebagai titik awal dari para martir (selanjutnya), teladan penderitaan bagi Kristus, dasar bagi pengakuan iman kebenaran, bahwa Js. Stefanus ialah yang pertama kali menumpahkan darahnya bagi Injil (Kis 7:58-60).
Penuh iman dan Roh Kudus (Kis 6:5), Janasuci Stefanus dengan berani memberitakan ajaran Kristen dan mengalahkan para guru Yahudi yang ahli dalam hukum ahli-ahli Taurat (Kis 6:9-12). Orang-orang Yahudi (tua-tua dan ahli-ahli Taurat) memfitnah Js.Stefanus, mengatakan bahwa ia terus mengucapkan perkataan menghina tempat kudus, hendak mengubah adat istiadat yang diwariskan Musa (Kis 6:12-14). Karena tuduhan (fitnah) tersebut, Js. Stefanus diseret ke hadapan Mahkamah Agama. Dia berbicara dengan penuh keberanian, di mana ia menguraikan sejarah bangsa Yahudi, dan ia berani mengecam orang-orang Yahudi yang telah menganiaya para nabi mereka sendiri dan juga Mesias yang mereka tunggu-tunggu, Yesus Kristus.
Sewaktu berbicara di hadapan Mahkamah Agama, Js. Stefanus melihat langit terbuka dan Yesus Kristus dalam kemuliaan, berdiri di sebelah kanan Allah (Kis 7:55-57). Ia berseru keras akan hal ini. Kemudian orang-orang Yahudi, yang berteriak sambil menutup telinga mereka, bergegas kepadanya, menyeretnya ke luar kota dan melemparinya dengan batu, tetapi sang martir suci berdoa bagi para pembunuhnya.
Dari jauh berdiri Bunda Allah-Sang Sabda dengan Rasul Suci Yohanes Sang Teolog, dan Dia berdoa dengan khusuk bagi sang martir. Sebelum kemartirannya Js. Stefanus mengucapkan: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring : “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” - dan kemudian dengan sukacita ia menyerahkan jiwa yang murni kepada Kristus.
Tubuh Sang Martir Suci Pertama Stefanus, yang tersisa karena dimakan binatang liar, secara diam-diam diambil oleh seorang (guru) Yahudi terkenal Gamaliel (Rabbi Gamaliel I, yang pernah menjadi guru Rasul Paulus) dan bersama putranya Habib (Abibus), dan dimakamkan di tanah miliknya di Capharganda. Dan setelah itu menurut Tradisi Suci, secara diam-diam keduanya inipun percaya kepada Kristus dan menerima Baptisan Suci (oleh Rasul Petrus dan Rasul Yohanes).
Pada tanggal 28 September / 15 September Gereja memperingati ditemukannya relic Js. Stefanus (di tahun 415). Rm. Lucian, Imam Gereja Orthodox (di Capharganda) mendapatkan penglihatan dalam mimpinya (sebanyak 3x) melihat Gamaliel, menunjukkan tempat dimana Sang Proto-Martir dikuburkan (dan setelah diketahui Patriarkh Yerusalem: Yohanes), setelah dilakukan penggalian ditemukan sebuah kotak bertuliskan nama Stefanus (dalam huruf aramic). Relik tersebut kemudian dipindahkan ke Yerusalem, sebelum lalu dipindahkan ke Konstantinopel (sewaktu pemerintahan kaisar Theodosius). Hingga saat ini relic (tangan kanan) dari Sang Protomartir disimpan di Serapionov Chamber di biara Tri Tunggal Kudus Js. Sergius Lavra (yang didirikan oleh Js. Sergius Radonezh tahun 1345, di Sergiyev Posad, Rusia).
Kidung
Troparion - Irama 4.
Mahkota Kerajaan telah menghias kepalamu, oleh karena pertandingan yang engkau tempuh bagi Kristus Allah, engkaulah Martir Perdana yang suci karena engkau telah memperingati kesalahan orang Yahudi yang engkau saksikan, Kristus Sang Juruselamat berdiri di sebelah kanan Sang Bapa, Ya Stefanus berdoalah kepada-Nya agar IA menyelamatkan jiwa kami.
Kontakion - Irama 3.
Kemarin Tuhan datang kepada kita didalam daging, hari ini hambanya meninggal didalam daging, kemarin Sang Raja lahir didalam daging, hari ini hambanya dilempari batu sampai mati, dialah Martir Pertama Stefanus.
______
Disalin dari :
https://m.facebook.com/GerejaOrthodoxStIonaSurabaya/posts/832813326816306
Js. Martir Stefanus dikatakan sebagai titik awal dari para martir (selanjutnya), teladan penderitaan bagi Kristus, dasar bagi pengakuan iman kebenaran, bahwa Js. Stefanus ialah yang pertama kali menumpahkan darahnya bagi Injil (Kis 7:58-60).
Penuh iman dan Roh Kudus (Kis 6:5), Janasuci Stefanus dengan berani memberitakan ajaran Kristen dan mengalahkan para guru Yahudi yang ahli dalam hukum ahli-ahli Taurat (Kis 6:9-12). Orang-orang Yahudi (tua-tua dan ahli-ahli Taurat) memfitnah Js.Stefanus, mengatakan bahwa ia terus mengucapkan perkataan menghina tempat kudus, hendak mengubah adat istiadat yang diwariskan Musa (Kis 6:12-14). Karena tuduhan (fitnah) tersebut, Js. Stefanus diseret ke hadapan Mahkamah Agama. Dia berbicara dengan penuh keberanian, di mana ia menguraikan sejarah bangsa Yahudi, dan ia berani mengecam orang-orang Yahudi yang telah menganiaya para nabi mereka sendiri dan juga Mesias yang mereka tunggu-tunggu, Yesus Kristus.
Sewaktu berbicara di hadapan Mahkamah Agama, Js. Stefanus melihat langit terbuka dan Yesus Kristus dalam kemuliaan, berdiri di sebelah kanan Allah (Kis 7:55-57). Ia berseru keras akan hal ini. Kemudian orang-orang Yahudi, yang berteriak sambil menutup telinga mereka, bergegas kepadanya, menyeretnya ke luar kota dan melemparinya dengan batu, tetapi sang martir suci berdoa bagi para pembunuhnya.
Dari jauh berdiri Bunda Allah-Sang Sabda dengan Rasul Suci Yohanes Sang Teolog, dan Dia berdoa dengan khusuk bagi sang martir. Sebelum kemartirannya Js. Stefanus mengucapkan: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring : “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” - dan kemudian dengan sukacita ia menyerahkan jiwa yang murni kepada Kristus.
Tubuh Sang Martir Suci Pertama Stefanus, yang tersisa karena dimakan binatang liar, secara diam-diam diambil oleh seorang (guru) Yahudi terkenal Gamaliel (Rabbi Gamaliel I, yang pernah menjadi guru Rasul Paulus) dan bersama putranya Habib (Abibus), dan dimakamkan di tanah miliknya di Capharganda. Dan setelah itu menurut Tradisi Suci, secara diam-diam keduanya inipun percaya kepada Kristus dan menerima Baptisan Suci (oleh Rasul Petrus dan Rasul Yohanes).
Pada tanggal 28 September / 15 September Gereja memperingati ditemukannya relic Js. Stefanus (di tahun 415). Rm. Lucian, Imam Gereja Orthodox (di Capharganda) mendapatkan penglihatan dalam mimpinya (sebanyak 3x) melihat Gamaliel, menunjukkan tempat dimana Sang Proto-Martir dikuburkan (dan setelah diketahui Patriarkh Yerusalem: Yohanes), setelah dilakukan penggalian ditemukan sebuah kotak bertuliskan nama Stefanus (dalam huruf aramic). Relik tersebut kemudian dipindahkan ke Yerusalem, sebelum lalu dipindahkan ke Konstantinopel (sewaktu pemerintahan kaisar Theodosius). Hingga saat ini relic (tangan kanan) dari Sang Protomartir disimpan di Serapionov Chamber di biara Tri Tunggal Kudus Js. Sergius Lavra (yang didirikan oleh Js. Sergius Radonezh tahun 1345, di Sergiyev Posad, Rusia).
Kidung
Troparion - Irama 4.
Mahkota Kerajaan telah menghias kepalamu, oleh karena pertandingan yang engkau tempuh bagi Kristus Allah, engkaulah Martir Perdana yang suci karena engkau telah memperingati kesalahan orang Yahudi yang engkau saksikan, Kristus Sang Juruselamat berdiri di sebelah kanan Sang Bapa, Ya Stefanus berdoalah kepada-Nya agar IA menyelamatkan jiwa kami.
Kontakion - Irama 3.
Kemarin Tuhan datang kepada kita didalam daging, hari ini hambanya meninggal didalam daging, kemarin Sang Raja lahir didalam daging, hari ini hambanya dilempari batu sampai mati, dialah Martir Pertama Stefanus.
______
Disalin dari :
https://m.facebook.com/GerejaOrthodoxStIonaSurabaya/posts/832813326816306


