HIDUP DALAM KASIH KARUNIA
Untuk Khobah MP3 silahkan download disini
Efesus
2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang
memegahkan diri.
Bandingkan dengan 2 Korintus 6:1-3
Mari kita
selidiki kebenaran Firman Tuhan tentang kasih karunia ini mulai dari Perjanjian
Lama. Karena sering kita dengar para pengkhotbah mengatakan kita hidup di zaman
atau era kasih karunia atau zaman Roh Kudus, padahal kasih karunia ini telah
ada dalam Perjanjian Lama yaitu di zaman Bapa.
Kasih Karunia menurut Perjanjian Lama
Kata kasih
karunia ini muncul untuk pertama kalinya dalam Kejadian
6:8 - Tetapi Nuh mendapat kasih
karunia di mata TUHAN.
Dalam
bahasa Ibrani kasih karunia adalah ןח
- chen diucap “Khane”
yang berarti perpanjangan waktu, waktu kelonggaran atau dalam
bahasa Inggris disebut “Grace”,
kata Khane ini kalau disejajarkan dengan kata “Sabar” dalam ayat perjanjian
baru yang terdapat di 2 Petrus 3:9 - Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada
orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu,
karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua
orang berbalik dan bertobat.
Kata Sabar
dalam teks Yunani adalah μακροθυμεω - makrothumeo yang
artinya mengulur-ulur waktu, menanti dengan sabar.
Jadi orang
yang hidup dalam kasih karunia dalam perjanjian lama adalah orang-orang yang
hanya mendapat perpanjangan waktu dalam hidupnya karena ketaatan dan hidup
hanya untuk melakukan kehendak Tuhan, perhatikan kehidupan orang-orang yang
hidup di zaman Nuh yaitu orang-orang yang mendapat penilaian buruk karena tidak
mau hidup taat dan tidak bercela di hadapan Tuhan - Kejadian
6:5-7, 12,13, dan di zaman Lot dalam Kejadian
18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh
kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
Seharusnya
ini harus menjadi contoh dan peringatan bagi kita yang hidup dalam waktu, era,
atau zaman perjanjian baru, seperti yang dikatakan firman Tuhan dalam 1 Korintus 10:1-10.
Kata “Khane”
ini berasal dari kata ןנח
- chanan yang
berarti Mercy (Kemurahan hati,
belaskasihan), mercifully (dengan penuh ampun), pity (Kasihan, sayang). Pengertian-pengertian ini dapat kita lihat
dalam Kejaidan 33:11 - Yakub dan Esau; 43:29 – Yusuf dan Saudara-saudaranya).
Bentuk
sederhana dari kata ןנח - chanan ini adalah הנח - chanah yang
berarti Abide (Masih ada harapan),
kata ini juga sama dengan kata Hana dalam 1 Samuel 1:2 Hana yang
mandul dan mendapat pengharapan, belaskasihan dari Tuhan – 1 Samuel 1:3-20, Sedangkan הנקלא Elqanah mempunyai pengertian “God
has possessed" (Tuhan memproses). Sebagaimana kehidupan Hana dan
Elqanah pemilik nama dalam ayat di atas dan bagaimana Tuhan memproses kehidupan
mereka dalam memperoleh keturunan (anak laki-laki) dari kandungan Hana yang
pada saat itu mandul tidak bisa memperoleh keturunan. Tetapi karena Tuhan
melihat kemurnian dan ketaatan serta kesalehan Hana maka Tuhan memberikan Kasih
Karunia-Nya kepada mereka.
Sebagai
kesimpulan bahwa orang-orang yang hidup dalam Kasih Karunia Tuhan dalam
perjanjian lama itu adalah : Orang-orang yang mendapat perpanjangan
waktu, waktu kelonggaran (“Khane”) yang
merupakan kemurahan hati, belaskasihan dan keampunan (“Khanan”) karena Tuhan
masih kasihan serta menyayangi umatnya sehingga masih ada harapan untuk
hidup (“Khanah”) yaitu
hidup dalam prosesnya Tuhan atau lebih jelasnya hidup dalam kehendaknya Tuhan (“Elqanah”),
sehingga manusia dengan penuh kesadaran dalam hidupnya hanya untuk menyenangkan
hati Tuhan.
Kasih Karunia menurut Perjanjian Baru
S
|
eperti apa yang tertulis dalam Efesus
2:8-9 Sebab
karena kasih
karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu,
tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang
memegahkan diri.
Kata Kasih
Karunia dalam ayat ini menggunakan kata χαρις -
charis dalam bahasa Yunani yang memiliki arti Favor
(kemurahan/kebaikan hati), Gift (hadiah,
pemberian, tanda-mata). Ini semua diberikan karena mendapat penilaian baik (Kisah 2:47)
bukan karena perbuatan baik
tetapi ada sesuatu yang ditempatkan kepada Tuhan dalam diri manusia yang selalu
mau melakukan yang baik, berkenan dan yang sempurna yaitu roh dari Tuhan yang tempatkan
dalam diri manusia (Yunani πνευμα - pneuma) dari
Tuhan (Yakobus 4:5).
charis ini berasal dari kata χαιρω
- chairo yang artinya Rejoice (girang, gembira), Joyfully (dengan
penuh kegembiraan), Glad (senang (hati), gembira), ada ucapan syukur.
Dan
turunan dari kata chairo adalah χαρα - chara yang berarti Predilection (Kesukaan), Penyebab atau sumber sukacita dan kebahagiaan.
Setelah
saya melakukan survei melalui tanya jawab tentang Kasih Karunia ini, ketika
saya bertanya apakah anda pernah mendengar atau berdoa seperti ini “Terima kasih Tuhan atas Kasih karunia
yang Engkau berikan kepada kami”, Saya bertanya lagi apa itu Kasih karunia,
jawabannya : Kasih karunia itu adalah nafas kehidupan, makanan, pakaian,
kesehatan, penyertaan dan perlindungan, pangkat, jabatan, bahkan sampai pada
keuangan, lulus dalam ujian sekolah, diterima menjadi karyawan atau pegawai dan
yang berhubungan dengan jasmani. STOP MEMBACA dan
renungkan apakah pemahaman anda sama? butuh kejujuran menjawab dalam hati…
setelah menjawab lanjutkan untuk membaca.
Saya
bertanya lagi apakah semua itu yang dimaksud kasih karunia yang berasal dari
Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya yaitu
orang-orang Kristen, jawab mereka “ya”. Kemudian saya bertanya kembali
bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus
yaitu orang-orang diluar dari Kristen? mereka mendapatkan semuanya itu (hal-hal
yang berkaitan dengan jasmani) sedangkan mereka tidak percaya dan tidak
mengakui Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Oowww… bingung deh
jadinya. Tidak perlu bingung mari kita lihat dan pelajari kebenaran yaitu
Firman Tuhan (Yohanes 17:17) yang dapat
membersihkan kehidupan dan pemikiran kita bahkan memerdekakan kita dari belenggu
pemahaman Firman yang salah (Yohanes 15:3; 8:30-32).
Sebenarnya
yang dimaksud dengan Kasih Karunia atau Pemberian Tuhan kepada orang-orang yang
mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat menurut firman Tuhan adalah
tidak berhubungan dengan jasmani tetapi lebih kepada hal-hal rohani yang
membawa kita kepada keselamatan kekal, yaitu :
- Penebusan - 1 Petrus 1:18 = Mendapat penebusan dari dosa
2.
Injil - Roma 1:16-17 = Yang
memperbaharui kehidupan dari cara hidup yang salah bukan hanya dari perbuatan
yang salah (Roma 12:1-2, 11)
3.
Roh Kudus - Yoh 14:16,26 = Sebagai
meterai (2 Kor 1:20-22, Efesus 1:13-14; 4:30, 2 Tim
2:19)
4.
Proses Hidup - Roma 8:28 = Karena Tuhan menganggap layak (Mazmur
119:67, 2 Korintus 7:9-10, Yakobus 1:2-4, 1 Petrus 1:3-10, Lukas 9:23)
Nantikan CD
khotbah khusus membahas tentang Keempat hal kebenaran ini,
akan
dibahas dalam Sunday Bible Teaching yang dilaksanakan setiap hari Minggu di
Minggu II dan III,
bertempat
di Restoran Sinar Anugerah (ex. Idaman) Sario – Manado di mulai Pukul 17.30 wita
Inilah
yang merupakan Hak Kesulungan bagi orang percaya, jangankan orang diluar
Kristen sedangkan orang yang sudah Kristen belum tentu hidup dalam Kasih
Karunia ini, hati-hati karena banyak orang yang tidak menyadari menukar/menjual
pemberian ini dengan sepiring makanan (1 Yohanes 2:16-17)
seperti Esau (Ibrani 12:16-17), sebab banyak
orang yang merasa sudah hidup dalam Kasih Karunia Tuhan padahal tidak, disebabkan
mereka tidak menyadari dan memahami kalau hidup mereka sedang tidak menghargai
dan menghormati Kasih karunia seperti yang dimaksud di atas. Dengan cara mereka
hidup tidak mengenakan Kasih karunia (pemberian) Tuhan dalam hidupnya,
sebagaimana pengertian dari kata Kasih Karunia yang seharusnya :
Orang yang menerima Pemberian
Tuhan atau charis (Keempat hal di atas) memiliki chairo (Kegembiraan, rasa senang, girang dan syukur) karena
hal ini merupakan chara atau
kesukaan bagi seseorang yang menerima hadiah atau pemberian. Seperti seorang
anak kecil menerima hadiah di hari ulang tahunnya. Tetapi sayang banyak
anak-anak yang menerima hadiah di hari ulang tahunnya melupakan orang yang
memberikan hadiah itu, bahkan merusakkan hadiah yang diberikan.
Demikianpun yang terjadi kepada
orang yang menerima kasih karunia tapi tidak mau hidup dalam kasih karunia itu,
mereka melupakan Tuhan sebagai pemberi kasih karunia dengan cara hidup yang
tidak sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak mau mengenakan cara hidup Tuhan
dengan melakukan apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna - Roma 12:2, bahkan mereka mengobrak-abrik karya Tuhan
dalam kehidupannya dengan cara : Mabuk-mabukan, merokok, Pesta pora, gelojo,
makan makanan yang tidak sehat yang dengan cara itu membinasakan tubuh yang
adalah bait Allah – 1 Korintus 3:16-17,
Pergaulan Bebas sampai seks bebas (Homoseks, Lesbian - Ebong-ebong atau pasangan sejenis) – 2 Korintus
7:1, tidak ada waktu untuk membaca Alkitab bahkan tidak mau beribadah,
lebih mementingkan hal-hal yang duniawi daripada yang rohani - 2 Timotius 3:1-7
Padahal Kasih
Karunia merupakan fasilitas, alat, atau kendaraan untuk masuk dalam karya
penyelamatan Tuhan untuk dibawa pada kekekalan melalui keselamatan manusia yaitu
diubahkan kehidupannya mencapai kemuliaan. Kasih karunia ini juga merupakan “Kuasa”
dalam bahasa Yunani disebut εξουσια - exousia yang
berarti Hak atau kemampuan) yang diberikan Tuhan kepada semua orang yang mau
menerima-Nya supaya menjadi anak-anak Allah - Yohanes
1:12.
Selamat belajar
dan Semoga bermanfaat
Disusun
oleh : Ev. Michael Roring, STh
– 0852 566 40 900
untuk
Sunday Bible Teaching di Gospel of the Kingdom Ministries - Manado
Tidak ada komentar:
Posting Komentar