Daftar Menu Blogspot ini sementara dalam penyelesain... harap dimaklumi

Jumat, 10 Januari 2014

01. Hidup Dalam Kasih Karunia

Print Friendly and PDF

HIDUP DALAM KASIH KARUNIA
Untuk Khobah MP3 silahkan download disini
 

Efesus 2:8-9  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Bandingkan dengan 2 Korintus 6:1-3

Mari kita selidiki kebenaran Firman Tuhan tentang kasih karunia ini mulai dari Perjanjian Lama. Karena sering kita dengar para pengkhotbah mengatakan kita hidup di zaman atau era kasih karunia atau zaman Roh Kudus, padahal kasih karunia ini telah ada dalam Perjanjian Lama yaitu di zaman Bapa.

Kasih Karunia menurut Perjanjian Lama
Kata kasih karunia ini muncul untuk pertama kalinya dalam Kejadian 6:8 - Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Dalam bahasa Ibrani kasih karunia adalah ןח - chen diucapKhaneyang berarti perpanjangan waktu, waktu kelonggaran atau dalam bahasa Inggris disebut “Grace”, kata Khane ini kalau disejajarkan dengan kata “Sabar” dalam ayat perjanjian baru yang terdapat di 2 Petrus 3:9 - Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Kata Sabar dalam teks Yunani adalah μακροθυμεω - makrothumeo yang artinya mengulur-ulur waktu, menanti dengan sabar.
Jadi orang yang hidup dalam kasih karunia dalam perjanjian lama adalah orang-orang yang hanya mendapat perpanjangan waktu dalam hidupnya karena ketaatan dan hidup hanya untuk melakukan kehendak Tuhan, perhatikan kehidupan orang-orang yang hidup di zaman Nuh yaitu orang-orang yang mendapat penilaian buruk karena tidak mau hidup taat dan tidak bercela di hadapan Tuhan - Kejadian 6:5-7, 12,13, dan di zaman Lot dalam Kejadian 18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
Seharusnya ini harus menjadi contoh dan peringatan bagi kita yang hidup dalam waktu, era, atau zaman perjanjian baru, seperti yang dikatakan firman Tuhan dalam 1 Korintus 10:1-10.
Kata Khaneini berasal dari kata ןנח - chanan yang berarti Mercy (Kemurahan hati, belaskasihan), mercifully (dengan penuh ampun), pity (Kasihan, sayang). Pengertian-pengertian ini dapat kita lihat dalam Kejaidan 33:11 - Yakub dan Esau; 43:29 – Yusuf dan Saudara-saudaranya).
Bentuk sederhana dari kata ןנח - chanan ini adalah הנח - chanah yang berarti Abide (Masih ada harapan), kata ini juga sama dengan kata Hana dalam 1 Samuel 1:2 Hana yang mandul dan mendapat pengharapan, belaskasihan dari Tuhan – 1 Samuel 1:3-20, Sedangkan הנקלא Elqanah mempunyai pengertian “God has possessed" (Tuhan memproses). Sebagaimana kehidupan Hana dan Elqanah pemilik nama dalam ayat di atas dan bagaimana Tuhan memproses kehidupan mereka dalam memperoleh keturunan (anak laki-laki) dari kandungan Hana yang pada saat itu mandul tidak bisa memperoleh keturunan. Tetapi karena Tuhan melihat kemurnian dan ketaatan serta kesalehan Hana maka Tuhan memberikan Kasih Karunia-Nya kepada mereka.
Sebagai kesimpulan bahwa orang-orang yang hidup dalam Kasih Karunia Tuhan dalam perjanjian lama itu adalah : Orang-orang yang mendapat perpanjangan waktu, waktu kelonggaran (Khane”) yang merupakan kemurahan hati, belaskasihan dan keampunan (Khanan”) karena Tuhan masih kasihan serta menyayangi umatnya sehingga masih ada harapan untuk hidup (Khanah) yaitu hidup dalam prosesnya Tuhan atau lebih jelasnya hidup dalam kehendaknya Tuhan (“Elqanah), sehingga manusia dengan penuh kesadaran dalam hidupnya hanya untuk menyenangkan hati Tuhan.
Kasih Karunia menurut Perjanjian Baru
S
eperti apa yang tertulis dalam Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Kata Kasih Karunia dalam ayat ini menggunakan kata χαρις - charis dalam bahasa Yunani yang memiliki arti Favor (kemurahan/kebaikan hati), Gift (hadiah, pemberian, tanda-mata). Ini semua diberikan karena mendapat penilaian baik (Kisah 2:47) bukan karena perbuatan baik tetapi ada sesuatu yang ditempatkan kepada Tuhan dalam diri manusia yang selalu mau melakukan yang baik, berkenan dan yang sempurna yaitu roh dari Tuhan yang tempatkan dalam diri manusia (Yunani πνευμα - pneuma) dari Tuhan (Yakobus 4:5).
charis ini berasal dari kata χαιρω - chairo yang artinya Rejoice (girang, gembira), Joyfully (dengan penuh kegembiraan), Glad (senang (hati), gembira), ada ucapan syukur.
Dan turunan dari kata chairo adalah χαρα - chara yang berarti Predilection (Kesukaan), Penyebab atau sumber sukacita dan kebahagiaan.
Setelah saya melakukan survei melalui tanya jawab tentang Kasih Karunia ini, ketika saya bertanya apakah anda pernah mendengar atau berdoa seperti ini “Terima kasih Tuhan atas Kasih karunia yang Engkau berikan kepada kami”,  Saya bertanya lagi apa itu Kasih karunia, jawabannya : Kasih karunia itu adalah nafas kehidupan, makanan, pakaian, kesehatan, penyertaan dan perlindungan, pangkat, jabatan, bahkan sampai pada keuangan, lulus dalam ujian sekolah, diterima menjadi karyawan atau pegawai dan yang berhubungan dengan jasmani. STOP MEMBACA dan renungkan apakah pemahaman anda sama? butuh kejujuran menjawab dalam hati… setelah menjawab lanjutkan untuk membaca.
Saya bertanya lagi apakah semua itu yang dimaksud kasih karunia yang berasal dari Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya yaitu orang-orang Kristen, jawab mereka “ya”. Kemudian saya bertanya kembali bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yaitu orang-orang diluar dari Kristen? mereka mendapatkan semuanya itu (hal-hal yang berkaitan dengan jasmani) sedangkan mereka tidak percaya dan tidak mengakui Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Oowww… bingung deh jadinya. Tidak perlu bingung mari kita lihat dan pelajari kebenaran yaitu Firman Tuhan (Yohanes 17:17) yang dapat membersihkan kehidupan dan pemikiran kita bahkan memerdekakan kita dari belenggu pemahaman Firman yang salah (Yohanes 15:3; 8:30-32).
Sebenarnya yang dimaksud dengan Kasih Karunia atau Pemberian Tuhan kepada orang-orang yang mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat menurut firman Tuhan adalah tidak berhubungan dengan jasmani tetapi lebih kepada hal-hal rohani yang membawa kita kepada keselamatan kekal, yaitu :
  1. Penebusan        -  1 Petrus 1:18     =   Mendapat penebusan dari dosa
2.       Injil                   -  Roma 1:16-17    =   Yang memperbaharui kehidupan dari cara hidup yang salah bukan hanya dari perbuatan yang salah (Roma 12:1-2, 11)
3.       Roh Kudus        -  Yoh 14:16,26     =   Sebagai meterai (2 Kor 1:20-22, Efesus 1:13-14; 4:30, 2 Tim 2:19)
4.       Proses Hidup     -  Roma 8:28        =   Karena Tuhan menganggap layak (Mazmur 119:67, 2 Korintus 7:9-10, Yakobus 1:2-4, 1 Petrus 1:3-10, Lukas 9:23)
Nantikan CD khotbah khusus membahas tentang Keempat hal kebenaran ini,
akan dibahas dalam Sunday Bible Teaching yang dilaksanakan setiap hari Minggu di Minggu II dan III,
bertempat di Restoran Sinar Anugerah (ex. Idaman) Sario – Manado di mulai Pukul 17.30 wita

Inilah yang merupakan Hak Kesulungan bagi orang percaya, jangankan orang diluar Kristen sedangkan orang yang sudah Kristen belum tentu hidup dalam Kasih Karunia ini, hati-hati karena banyak orang yang tidak menyadari menukar/menjual pemberian ini dengan sepiring makanan (1 Yohanes 2:16-17) seperti Esau (Ibrani 12:16-17), sebab banyak orang yang merasa sudah hidup dalam Kasih Karunia Tuhan padahal tidak, disebabkan mereka tidak menyadari dan memahami kalau hidup mereka sedang tidak menghargai dan menghormati Kasih karunia seperti yang dimaksud di atas. Dengan cara mereka hidup tidak mengenakan Kasih karunia (pemberian) Tuhan dalam hidupnya, sebagaimana pengertian dari kata Kasih Karunia yang seharusnya :
Orang yang menerima Pemberian Tuhan atau charis (Keempat hal di atas) memiliki chairo (Kegembiraan, rasa senang, girang dan syukur) karena hal ini merupakan chara atau kesukaan bagi seseorang yang menerima hadiah atau pemberian. Seperti seorang anak kecil menerima hadiah di hari ulang tahunnya. Tetapi sayang banyak anak-anak yang menerima hadiah di hari ulang tahunnya melupakan orang yang memberikan hadiah itu, bahkan merusakkan hadiah yang diberikan.
Demikianpun yang terjadi kepada orang yang menerima kasih karunia tapi tidak mau hidup dalam kasih karunia itu, mereka melupakan Tuhan sebagai pemberi kasih karunia dengan cara hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak mau mengenakan cara hidup Tuhan dengan melakukan apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna - Roma 12:2, bahkan mereka mengobrak-abrik karya Tuhan dalam kehidupannya dengan cara : Mabuk-mabukan, merokok, Pesta pora, gelojo, makan makanan yang tidak sehat yang dengan cara itu membinasakan tubuh yang adalah bait Allah – 1 Korintus 3:16-17, Pergaulan Bebas sampai seks bebas (Homoseks, Lesbian - Ebong-ebong atau pasangan sejenis) – 2 Korintus 7:1, tidak ada waktu untuk membaca Alkitab bahkan tidak mau beribadah, lebih mementingkan hal-hal yang duniawi daripada yang rohani - 2 Timotius 3:1-7
Padahal Kasih Karunia merupakan fasilitas, alat, atau kendaraan untuk masuk dalam karya penyelamatan Tuhan untuk dibawa pada kekekalan melalui keselamatan manusia yaitu diubahkan kehidupannya mencapai kemuliaan. Kasih karunia ini juga merupakan “Kuasa” dalam bahasa Yunani disebut εξουσια - exousia yang berarti Hak atau kemampuan) yang diberikan Tuhan kepada semua orang yang mau menerima-Nya supaya menjadi anak-anak Allah - Yohanes 1:12.

Selamat belajar dan Semoga bermanfaat
Disusun oleh : Ev. Michael Roring, STh – 0852 566 40 900
untuk Sunday Bible Teaching di Gospel of the Kingdom Ministries - Manado

Tidak ada komentar:

Posting Komentar